Indeks

Amuk Massa Antar Desa dipicu Keributan Siswa

KOTABUMI – Ketegangan antar warga Desa Trimodadi dan Desa Alam Jaya meningkat tajam pada Kamis malam Jumat, setelah keributan antar siswa di Jalan Raya Desa Trimodadi pada Rabu 13 Februari 2025 Siang hari berujung pada aksi amuk massa.

Bukannya melerai, warga dari desa setempat ikut terlibat bentrok dengan siswa hingga mengancam setiap warga Alam jaya yang akan melintas jalan tersebut menuju Kotabumi dan sekitarnya, mengakibatkan sejumlah warga Alam jaya menjadi tegang dan resah.

Kejadian bermula dari perkelahian antar siswa sekolah di Jalan Raya Desa Trimodadi, situasi memanas ketika warga setempat diduga ikut terlibat dalam keributan tersebut.

Hal ini memicu kemarahan warga Desa Gilih suka negeri, yang merasa warganya menjadi korban penganiayaan. Akibatnya, warga Gilih melakukan aksi balasan, menimbulkan ketegangan antar warga kedua desa.

Beruntung, Kapolsek AKP. Mardianto beserta jajarannya berhasil meredakan situasi dan mencegah bentrokan meluas. Kapolsek berjanji akan menyelidiki dan mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan transparan.

Salah seorang warga Desa Gilih, Wanto (40), mengatakan anaknya menjadi korban penganiayaan oleh oknum warga Desa Trimodadi saat keributan antar siswa. “Anak saya menjadi korban pemukulan, bukannya dilerai, malah warga Trimodadi ikut memukul anak saya,” ujar Wanto dengan nada kecewa.

Pihak kepolisian saat ini tengah mengumpulkan keterangan saksi dan bukti untuk mengidentifikasi pelaku penganiayaan.

Langkah-langkah preventif juga akan dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik serupa di masa mendatang, termasuk upaya mediasi dan dialog antar warga kedua desa. Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat potensi konflik yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat. (Yet)

Exit mobile version